YOGYAKARTA – 28 Mei 2026, Nasyiatul Aisyiyah DIY bersama pemuda ICMI DIY. Dalam upaya menekan angka stunting dan memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat, diadakan kegiatan “Penguatan Gizi Keluarga Melalui Pentasyarufan Daging Qurban”. Kegiatan ini diselenggarakan di Prenggan Kotagede dengan menyasar ratusan keluarga kurang mampu, balita, serta ibu menyusui untuk memastikan distribusi pangan bergizi merata hingga ke tingkat rumah tangga.

Momentum Kurban untuk Kesehatan Keluarga
Pentasyarufan (distribusi) daging qurban ini tidak hanya sekadar membagikan paket daging. Panitia juga menyertakan edukasi mengenai pengolahan daging yang sehat, higienis, dan ramah anak.
“Kami ingin memastikan daging kurban ini menjadi sumber gizi yang optimal, bukan sekadar pelengkap hidangan,” ujar ketua panitia penyelenggara.
Strategi Distribusi dan Edukasi Gizi
Untuk memaksimalkan dampak kesehatan bagi penerima manfaat, kegiatan ini menerapkan beberapa strategi:
- Tepat Sasaran: Data penerima difokuskan pada keluarga dengan balita dan ibu hamil.
- Edukasi Menu: Pembagian brosur resep olahan daging kaya sayur untuk cegah bosan.
- Higienitas Terjaga: Pengemasan daging menggunakan wadah ramah lingkungan yang bersih.
Melalui sinergi ibadah kurban dan program kesehatan ini, masyarakat diharapkan lebih sadar akan pentingnya protein hewani. Pola konsumsi yang membaik akan menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan bebas stunting.
Dr. Syahdara Anisa Makruf., S.Pd.I.,M.Pd.I Sebagai Ketua PWNA DIY sekaligus tuan rumah dalam agenda ini, saya berharap kegiatan pentasyarufan daging qurban ini tidak hanya menjadi momentum berbagi, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian sosial dan dakwah kemanusiaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Nasyiatul ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muda harus mampu hadir membawa dampak, khususnya dalam mendukung kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, serta upaya pencegahan stunting demi melahirkan generasi yang sehat dan kuat. Melalui sinergi bersama Pemuda ICMI DIY, kami berharap semangat gotong royong, solidaritas, dan nilai rahmatan lil ‘alamin terus tumbuh serta menguatkan kepedulian antar sesama di tengah masyarakat.
Ketua Pemuda ICMI DIY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan., MPA., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda berbagi qurban, tetapi juga ikhtiar memperkuat peran para cendekiawan sebagai insan Ulil Albab yakni pribadi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kepekaan kemanusiaan, dan keberpihakan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Melalui sinergi bersama Nasyiah DIY, semangat qurban diharapkan menjadi jalan menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan pencegahan stunting, sekaligus meneguhkan bahwa ilmu dan kepemimpinan harus selalu berjalan beriringan.
Sebagai Ketua Panitia, saya memandang kegiatan pentasyarufan daging qurban tahun ini adalah bentuk kolaborasi strategis antara Nasyiah DIY dan Pemuda ICMI DIY untuk menjawab persoalan gizi di tingkat keluarga. Fokus kami bukan hanya pada distribusi, tapi pada dampak gizi. Karena itu kami memastikan penyaluran tepat sasaran, disertai edukasi menu dan edukasi higienitas. Ini sejalan dengan misi Nasyiatul ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muda untuk hadir nyata dalam isu kesehatan ibu dan anak, ujar Ella Yussy Dwi Astuti, S.S., M.A.