Pra Musyawarah Kerja PWNA DIY I diisi dengan rangkaian acara yang dilaksanakan pada 10 Mei 2024 di SD Muhammadiyah Muhajidin Wonosari, Gunungkidul. Acara diawali dengan ramah tamah yang diisi dengan kuis, tukar kado, dan makan malam bersama pengurus PWNA DIY bersama ketua PDM Gunungkidul, ketua PDA Gunungkidul, ketua ortom tingkat Daerah se-Gunungkidul. Ramah tamah ini kemudian diselipkan harapan yang ingin dilaksanakan dalam ber-Nasyiatul Aisyiyah kedepannya oleh pengurus dan harapan untuk NA oleh organisasi ortonom Muhammadiyah lainnya.
Selanjutnya acara diadakan pembukaan yang dipandu oleh Ayunda Sofi Nuria Melati, S.E. dan materi yang akan dipandu oleh Ayunda Qolbiyati Mutmainah. Pada upgrading ini, penyampaian materi terkait penguatan ideologi Nasyiatul Aisyiyah oleh Ayunda Immawati Jazimah, S.Pd.I. dan Isu-isu strategis Nasyiatul Aisyiyah Nur Elia Mujahidah, S.Sos.
Penguatan ideologi sangat penting kita tanamkan sejak dini. Penguatan ideologi lakukan dengan berkelanjutan dan kolektif dengan menitikberatkan pada kaderisasi. Kaderisasi Nasyiatul Aisyiyah dilakukan dengan memberikan subangsih yang ikhlas dengan menyedekahkan pikiran dan fisik kepada organisasi dengan manajemen yang baik dengan menyeimbangkan segala hal. Kesempatan ini juga, ayunda Immawati menyatakan bahwa upaya yang dilakukan oleh Gunungkidul adalah turut memberikan dukungan dalam kaderisasi Nasyiatul Aisyiyah dengan memberikan kebijakan dan mendorong guru dalam ikutserta dan menjadi pengurus Nasyiatul Aisyiyah di rantingnya. Kader Nasyiatul Aisyiyah harus senantiasa membuktikan bahwa pengurus dan kader Nasyiatul Aisyiyah yang kompak, saling menjaga, menguatkan, dan kolektif serta menghidari persaingan yang tidak sehat antar sesama pengurus dan kader. Selain itu, PR besar dari Muhamamdiyah bagaimana kita harus mampu mempersiapkan mubaligaht yang memfokuskan pada kader-kader yang mumpuni dalam hal tersebut.
Penyampaian yang menyatakan ada banyak strategi dan tantangan dalam ber-Nasyiatul Aisyiyah. Tantangan yang sangat relevan adalah bagaimana media sosial yang merupakan dua sisi yang mampu kita kembangkan dan menjadi pisau tajam dalam ber-Nasyiatul Aisyiyah, sehingga sebagai kader Nasyiatul Aisyiyah harus mampu membentengi dan meningkatkan literasi sehingga terhindar dari hoax. Selain itu, Pembangunan yang semakin hari terus meningkat juga menjadi salah satu persoalan yang harus diperhatikan oleh kader Nasyiatul Aisyiyah karena akan berdampak pada berbagai persoalan lingkungan dan social yang penting. Serta yang paling penting kita lakukan adalah bagaimana kader Nasyiatul Aisyiyah harus peka terhadap isu keagamaan dan negara baik disekitar daerah maupun nasional secara umum. Adapaun strategi yang kita bisa lakukan dengan dakwah yang menarik dan menyenangkan. Hal ini yang bisa dilakukan dengan memberikan pendekatan dan metode yang menarik sehingga kader mampu termotivasi dan bahagia dalam melaksanakan aktivitas Nasyiatul Aisyiyah. Selain itu, kader Nasyiatul Aisyiyah harus mampu meningkatkan kualitas diri dengan dukungan perkembangan zaman dan kemudahan akses dari berbagai bidang baik itu sarana pendidikan maupun pendukung lainnya.
Selanjutnya acara pra Muskerwil ditutup dengan foto bersama, dooprize, dan pengumuman untuk persiapan pembukaan Musyawarah Kerja Wilayah I Nasyiatul Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta.
